SELAMAT dan SUKSES Kepada Puskesmas Kotabumi II Atas Diraihnya Sertifikat ISO 9001-2000  

     HALAMAN UTAMA
     Arsip Berita
     INDEX BERITA
     Berita Utama
     Kotabumi Bettah
     Lampura Sikep
     Politika & Hukum
     Radar Way Kanan
     Segitiga Emas
     Ruwa Jurai
     Pendidikan
     Kriminal
     Lakalantas
     Nasional
     Ekonomi
     Society
     Pariwara
     Olahraga
     Selebriti
     Opini
     INFORMASI
     Radar Group
     Telepon Penting
     ADVERTORIAL
     Tentang Kami
     Profil Redaksi
     Galeri Foto
     Buku Tamu
     Kontak Kami
  |O|u|r| C|l|i|e|n|t|
 
Jaya Sakti
 
STKIP Muhammadiyah Kotabumi
  Berita Kriminal
Selasa, 24 Maret 2009 07:24:09 Klik : 1597 Kirim Berita Ini! Print Berita Ini!
Share |
Aksi Perampokan di Lampura Semakin Brutal
Laporan Furkon Ari

Editor: Kohar Mega

KOTABUMI--Aksi kawanan perampok di kabupaten Lampung Utara semakin brutal. Para pelaku tidak segan-segan melukai korbannya dengan berbagai senjata, baik menggunakan senpi maupun senjata tajam jenis golok. Buktinya, dalam waktu yang hampir bersamaan, terjadi didua tempat dalam wilayah kecamatan berbeda. Seperti kemarin (22/3), tidak kurang dari 12 pelaku perampokan menyatroni rumah Suryo Susanto (30), warga Desa Kota Negara, Kecamatan Sungkai Utara, Lampura, sekitar pukul 22.30 Wib.

Para perampok masuk ke dalam rumah korban dengan cara mendobrak pintu depan menggunakan kayu glondongan. Dan di dalam rumah, pelaku menembak lengan kanan Sumirah (60) ibu kandung Suryo, dan pelaku juga membacok tangan kiri dan leher belakang Suryo serta menggasak seluruh harta benda korban yang terdiri dari satu unit motor Supra X BE 8363 JI, satu unit motor Jupiter MX BE 5535 JR, uang tunai Rp 5 juta, emas 40 gram, satu unit Handycam, 6 unit Handphone (HP) berbagi merk, bermacam-macam barang dagangan warung dan surat-surat berharga lainnya. Aksi perampokan tersebut, berlangsung selama 30 menit. Sedangkan, korban yang berada di dalam rumah diantaranya Suryo Susanto dan istrinya, Sulastri (28), serta dua anaknya, Dara (10), dan Hafis (5), serta keponakannya Nani (15). Bukan itu saja, dikamar bagian belakang, ada orang tua Suryo, Sumirah dan Satan (65).

Berdasarkan keterangan Nani, yang ditemui di ruang Bedah Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi, kemarin (23/3), mengatakan, pada malam itu dalam keadaan mati lampu sejak sore hari, tiba-tiba terdengar suara pintu di dobrak oleh para pelaku. Selanjutnya, 8 orang pelaku yang memakai penutup wajah dengan menggunakan senjata api (senpi) dan golok masuk ke dalam rumah. Setelah berada di dalam rumah, para pelaku mengumpulkan penghuni rumah dan langsung mengingkat pemilik rumah serta menyekap mereka di ruang tengah sambil mengancam akan membunuh jika berteriak dan tidak memberikan seluruh harta benda yang mereka miliki. Sedangkan, sekitar 4 orang pelaku lainnya berjaga-jaga di luar rumah yang merupakan warung sekaligus counter HP itu. ’’Malam itu kami lagi pada tidur, tiba-tiba terdengar pintu di dobrak dan pelaku langsung mengikat Oom Suryo ( Paman, red) sambil mengancam akan membunuh kalau kami berteriak. Setelah itu, para pelaku mengobrak-abrik seisi rumah,’’ terang Nani.

Dijelaskannya, neneknya (Sumirah, red) yang saat itu sedang berada di dapur mendengar suara gaduh langsung menuju ke ruang tengah dengan membawa sepotong kayu kecil. Namun rupanya, kedatangan wanita lanjut usia itu dianggap para pelaku sebagai tindak perlawanan. Sehingga, salah satu pelaku langsung menembak Sumirah hingga mengenai lengan kanannya.

’’Nenek (Sumirah, red) saat itu sedang berada di dapur, dan mendengar suara gaduh di ruang tengah. Nenek menyangka suara gaduh itu adalah kucing yang berkelahi. Makanya nenek menuju ruang tengah sambil membawa kayu kecil, dan perampok itu langsung menembak nenek,’’ jelas Nani.

Setelah mengobrak-abrik isi rumah dan menguras habis harta milik korban, para pelaku langsung melarikan diri. Beberapa warga setempat pada saat kejadian tidak dapat berbuat banyak, karena para pelaku yang berada di luar rumah korban ternyata berjaga-jaga di setiap pintu rumah tetangga korban. Agar, warga setempat tidak dapat memberikan pertolongan. “Ketika ada suara gaduh tersebut, ada beberapa warga yang sempat keluar rumah untuk memberikan pertolongan. Tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa, karena saat keluar dari pintu rumah, para pelaku yang berada di luar langsung menodongkan senjata,’’ ungkap Nani.

Selanjutnya, anggota keluarga dibantu warga sekitar langsung membawa Sumirah ke Rumah Sakit Umum Ryacudu (RSUR) Kotabumi, guna mendapatkan perawatan intensif tim medis akibat luka tembak yang dialaminya.

Sementara itu, tetangga korban, Amin (30) menyatakan, warga setempat tidak bisa berbuat banyak, karena sebagian pelaku berada di luar rumah, dan mengancam bagi siapa saja warga yang berani memberikan peertolongan akan langsung dibunuh. “Saya sempat kelur rumah, namun muka saya langsung di senter, dan diancam akan dibunuh apabila tidak masuk kedalam rumah,” ungkapnya.

Menurutnya, kejadian serupa bukan hanya satu atau dua kali, namun sering kali. Namun sampai dengan kemarin, tidak ada satupun pelaku kejahatan diwilayah setemat berhasil ditangkap. “Ditempat kami, maupun diwilayah tetangga desa sering sekali terjadi tindak kriminal, namun pihak kepolisian belum berhasil mengungkap satu pun pelaku kejahatan tersebut,” ucapnya seraya khawatir akan memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan, karena dirinya takut ditegur atau dimarahi oleh pamong setempat. “Mas kami takut bicara, bisa-bisa kami dimarahi oleh kepala desa ataupun keamanan setempat,”ujarnya polos.

Sebelumnya, Sabtu (21/3), dua orang pelaku perampokan dengan menggunakan senjata tajam jenis golok menyatroni rumah penjaga sekolah, di Riang Bandung, Sinar Harapan , kecamatan Sungkai Barat sekitar pukul 02.00 Wib dini hari.

Selain melukai pasangan suami istri, Muslimin (55) dan Fatimah (30), keddua pelaku juga berhasil membawa kabur uang tunai Rp 800.000, yang diambil dari saku celana Muslimin. Setelah melihat kedua korban tidak berdaya, pelaku yang menggunakan cadar itu langsung kabur dan hilang dikegelapan. “Pelaku masuk melalui pintu bagian belakang, setelah melukai kedua korban, pelaku juga mengambil uang tunai yang ada disaku celana Musliman,” ujar kakak Muslimin, Rohmat di rumah sakit umum Ryacudu Kotabumi kemarin (23/3). (*)

Share |
<< Kembali

Berita Kriminal Lainnya :

  RADAR LAMPUNG
    RADAR WAY KANAN
Tim Sukses ASRI Pertanyakan Foto Gubernur di Calon Lain
Hari Ini, 8.153 Siswa MI dan SD UN
Lima Srikandi Bersaing Ketat di Pilkada
Masyarakat Pertanyakan Realisasi Kompor Gas
PNS dan Kakam Diindikasikan Terlibat Pilkada
    LAMPURA SIKEP
Hendarsyah Kades Bandar Putih
PLTS Desa Sumbertani Pasok Energi Untuk 30 KK
Distako-PMII Perindah Kota Kotabumi
Pop Singer Akan Masuk Agenda Tahunan
Minta Dikembalikan Surat Berharga
  RADAR KOTABUMI
Radar Kotabumi

  SITUS RADAR GROUP
    Radar Lampung
    Rakyat Lampung
    Radar Tanggamus
    Radar Lamsel
    Radar Lambar
    Radar Lamteng
    Radar Metro
    Radar Tuba