 |
|
 |
 |
|
Berita Politika & Hukum |
|
| Rabu, 10 Februari 2010 01:40:44 |
Klik : 213 |
 |
 |
|
|
| | Ampuls Kembali Demo KPU |
| Laporan / Editor : Wartawan RNN
KALIANDA –Kembali puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lampung Selatan (Ampuls) dan sekelompok parlemen jalanan, kemarin berdemonstrasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan.
Demontrasi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya, yaitu sekitar dua minggu lalu. “Kami datang untuk bisa beraudiensi dengan Ketua KPU. Sebab, dua minggu yang lalu, tidak ada satu pun anggota yang menemui kami,” kata Ketua Ampuls Merik Havit dalam orasinya, kemarin.
Sedangkan, tuntutan mereka sama dengan sebelumnya. Yaitu meminta lembaga penyelenggara pemilu itu netral dengan tidak memihak salah satu calon. Mereka menuding KPU Lamsel tidak netral dalam pilkada pada 2005 lalu.
“Banyak kecurangan dan ketidaknetralan penyelenggara di pilkada 2005 lalu. Begitu juga pada saat Pileg dan Pilpres,” kata Merik yang didampingi Koordinator Aksi Reza Arisandy.
Setelah melakukan orasi sekitar 10 menit di depan kantor KPU, akhirnya para pendemo diterima anggota KPU Hi. Dwi Riyanto.
Dihadapan massa Ampuls Dwi mengatakan komisioner KPU Lamsel siap mundur dari jabatannya jika dalam pelaksanaan pilkada mendatang tidak netral.
“Kami siap mundur jika memang pilkada mendatang terdapat kecurangan yang dilakukan oleh KPU. Tapi, jika yang melakukan kecurangan adalah salah satu balon, maka KPU minta support (dukungan’Red) dari seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk memprosesnya ke meja hijau,” tegas Dwi.
Dia juga menjamin panitia penyelenggara tetap mengedepankan integritas dan netralitas. “Dalam menjalankan tugas, kami didasari oleh 10 azaz panitia penyelenggara. Diantaranya adalah integritas dan kredibelitas, jadi kami akan menjaga soal kenetralan tersebut,”ujarnya.
KPU juga berjanji akan melaksanakan pilkada sebaik-baiknya. Daintaranta dengan menjaga suara pemilih. Sebab, satu suara dapat menentukan masa depan Lampung Selatan lima tahun yang akan datang. “Satu suara itu sangat berharga. Jika kami yang menghilangkannya kami siap untuk mundur,” kata ketua Pokja Bimtek dan Sosialisasi KPU Lamsel ini.
Sekedar diketahui, usai melakukan dialog sekitar 30 menit, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Setelah itu massa melanjutkan aksi unjuk rasa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lamsel yang berjarak sekitar 1 kilo meter (KM) dari kantor Kpu dengan berjalan kaki (long march).
Disana massa kecewa karena tak ada satu pun jajaran Dinas PU yang menemui mereka. Sehingga aksi bakar ban mobil dan melempar aqua gelas ke pekaran Dinas PU tak terhindar.
Setelah berorasi 30 menit di depan kantor Dinas PU, aksi unjuk rasa yang mendapat penjagaan ketat dari satu pleton anggota Dalmas Polres Lamsel itu kemudian membubarkan diri.
Di kantor itu mereka meminta agar tender proyek dilakukan dengan benar dan sesuai ketentuan.(*) |
|
|
| << Kembali |
Berita Politika & Hukum Lainnya : |
. Camat Lantik 2 Kepala Kampung . Balon Harus Memenui Persyaratan . Pasangan Satono-Erwin Deklarasikan Pencalonan . Jelang Pilkada Suhu Politik Bakal Berubah . 6 Nama Disampaikan ke Bawaslu . Pilkada 2010 Diragukan . 5 Balon Kakam Siap Maju . PKS Siap Usung Pasangan Prio dan Wahdi . Koalisi PAN-PG Menguat . Anggota DPRD Desak Eksekutif Menggali PAD
|
|
|
 |
 |
|  |