| LAMPURA - Nellyawati (44), warga Jalan Garuda No. 452 Kelurahan Kotaalam Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara, meminta kepada pelaku jambret dapat mengembalikan surat-surat berharga miliknya.
Sebab, berkas surat-menyurat milik kantor itu lebih penting dari pada barang berharga yang telah di jambret dua pelaku tak dikenal memakai motor Yamaha RX King warna hitam pukul 10.00 WIB, Kamis (29/4) siang di jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanjungharapan, tepatnya didepan SMP PGRI Kotabumi.
“Saya mohon kepada dua pelaku penjambret, dapat mengembalikan surat-surat berharga didalam tas yang telah dicuri mereka,” harap guru honorer SMP PGRI Kotabumi ini kepada Radar Kotabumi di ruang kerjanya, kemarin (30/4).
Nellyawati bercerita, peristiwa itu terjadi ketika dirinya sehabis mengajar siswa di sekolah setempat, menuju ke kantor cabang Veteran Lampura dibonceng dengan rekan kerjanya, Adi Apriyadi dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat BE 6366 JU berwarna hitam.
''Pas akan menyeberang ke jalan menuju kantor Veteran, tiba-tiba dari arah belakang, kedua orang tak dikenal, satu memakai helm dan satunya tidak, langsung menjambret tas milik saya, yang saat itu berada ditangannya,'' ungkapnya.
Setelah tas berhasil diambil, lanjut Nellyawati, mereka (dua pelaku, red) langsung kabur mambawa dengan kecepatan motor tinggi menuju arah pasar Sentral Kotabumi.
''Sebelumnya, saya tidak merasa ada yang aneh dan curiga terhadap dua pelaku jambret itu, yang membututi kami dari belakang,” terangnya.
Selanjutnya, ia dan rekan kerjanya langsung mengejar pelaku dengan mengendarai sepeda motor miliknya.
''Setelah mengejar dua pelaku sampai ke simpang Surabaya desa Bandarputih dengan mengendari motor, kami kehilangan jejak mereka. Saya curiga, mungkin mereka langsung menyusup ke pasar Sentral Kotabumi,'' ingat Nellyawati seraya mengatakan, ketika dicari didaerah setempat, keberadaan motor mereka tidak ada lagi.
Akibat kejadian itu, barang dan surat-surat berharga yang berada didalam tas, ikut dibawa dua pelaku tak dikenal tersebut. Diantaranya, seperti buku keuangan kantor DHC-45 L.U, berkas verifikasi guru, KTP, NPWP, KTA, PPM L.U, dan kartu NUPTK, kartu ATM Mandiri, serta STNK motor miliknya.
''Kejadian ini sudah saya laporkan kepada pihak yang berwajib,'' jelas Nellywati.
Untuk itu, Nellywati meminta kepada dua pelaku tak dikenal dapat mengembalikan surat-surat berharga miliknya.
''Bentuk pengembaliannya terserah mereka. Apa surat-suratnya dibungkus amplop kemudian dilempar ke depan kantor Veteran, atau letakkan didepan kantor pada malam hari,'' pintanya seraya mengatakan, kalau uang dan barang berharga lain sudah ia relakkan dan ikhlaskan, namun diharapkan surat-surat berharga tersebut dapat mereka pulangkan. (ung/ega) |